Dua Orang dari Mereka
Kedua orang itu mengenal Yesus bukan dari perkataan-Nya selama perjalanan, tetapi dari tindakan-Nya memecah-mecah roti itu.
Kedua orang itu mengenal Yesus bukan dari perkataan-Nya selama perjalanan, tetapi dari tindakan-Nya memecah-mecah roti itu.
Patung Yesus yang disalib. Menariknya, patung itu tiada salibnya, dan tangan Yesus buntung. Di bawah patung tertera tulisan: ”Engkaulah tangan-tangan Ku!”
Kepercayaan, kecintaan, dan kebanggaan akan tanah air adalah modal utama pembangunan.
Yesus yang bangkit adalah Pribadi yang menerima Petrus kembali. Yesus tak sekadar bangkit, Dia juga membangkitkan orang yang pernah menyangkal-Nya.
Berita tentang kubur kosong memang harus dikumandangkan. Selain karena hakikat kabar, kebangkitan Yesus merupakan kabar baik.
Meski tidak tahu siapa yang akan menolong, toh mereka terus berjalan. Mereka tidak mengurungkan niat mereka hendak memuliakan Yesus.
Tujuan mereka satu: meminyaki tubuh Yesus, itulah modal mereka: visi bersama yakni cinta mereka kepada Yesus.
Kubur yang belum pernah dipakai orang—diberikan kepada Yesus Orang Nazaret. Inilah pemberian terbaik!
Para perempuan itu, meski tidak termasuk golongan kedua belas murid, malah setia menemani Yesus hingga kematiannya.