Melanggar Sabat

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 11 April 2026 | Mat. 27:62-66

”Keesokan harinya, yaitu sesudah Hari Persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata, ’Tuan, kami ingat bahwa sewaktu hidup si penyesat itu berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu, perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati. Penyesatan yang terakhir akan lebih buruk daripada yang pertama” (Mat. 27:62-64).

Pada Hari Sabat itu ada orang yang sengaja melanggar Sabat. Mereka bukan para murid Yesus, tetapi imam-imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka merasa perlu meminta Pilatus untuk memeterai kubur itu dan memerintahkan beberapa tentara untuk menjaga kubur itu. Dan itu semua pastilah dilakukan secara diam-diam.

Itu berarti mereka telah bekerja. Setidak-tidaknya mereka telah berjalan dari rumah mereka masing-masing menuju kediaman Pilatus. Atau, pertemuan dengan Pilatus masih bertalian dengan pekerjaan mereka sehari sebelumnya: Memengaruhi Pilatus dan orang banyak untuk menyalibkan Yesus.

Sepertinya hati mereka penuh dengan ketakutan kalau-kalau yang mereka anggap penyesat itu sungguh-sungguh bangkit. Sehingga mereka berupaya menangkal kemungkinan itu. Alasannya sederhana: Supaya tidak ada penyesatan.

Pilatus meluluskan permintaan itu. Bisa jadi ia berpikir, jika tidak diluluskan mereka akan terus mengganggunya. Dan jika gangguan itu terdengar sampai ke Roma, ia akan kehilangan jabatan.

Kubur Yesus dimeterai. Hal itu menutup kemungkinan orang mengambil jenazah Yesus. Sebab, membuka meterai itu berarti melawan negara.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarrkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: Jim Padett/Biblical illustrations

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!