Sabda-Mu Abadi | 7 Mei 2026 | 1Yoh. 2:3-6
”Inilah tandanya kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Siapa yang berkata, ’Aku mengenal Dia,’ tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Namun, siapa yang menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Dia. Siapa yang mengatakan bahwa ia tinggal di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Bagi penulis Surat Yohanes, mengenal Allah bukanlah sekumpulan pengetahuan tentang Allah, tetapi menuruti perintah-Nya. Konsep ini memang tidak terlalu mudah dipahami. Mungkin bisa dijelaskan begini.
Ketika seseorang mengenal Allah, pastilah ia tahu apa yang dikehendaki Allah. Dan karena Allah adalah pencipta, dia pastilah juga akan menjalankan kehendak-Nya itu tanpa syarat. Sehingga ketika ada orang yang menyatakan dirinya mengenal Allah namun tidak menuruti perintah-Nya pastilah dia telah berdusta. Sebab, tak mungkin mengenal Allah tanpa menaati kehendak-Nya.
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Kalau kita taat kepada perintah-perintah Allah, itu tandanya bahwa kita mengenal Allah. Orang yang berkata, ’Saya mengenal Allah,’ tetapi tidak taat kepada perintah-perintah-Nya, orang itu pendusta, dan Allah tidak berada di dalam hatinya.”
Taat kepada Allah merupakan tanda bahwa seseorang mengenal Allah. Pengenalan akan Allah akan mendorong seseorang menaati-Nya. Itu jugalah tanda bahwa ia mengasihi Allah dengan sempurna. Menaati Allah adalah tanda kita mengasihi-Nya.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
myfl.church
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!