Saksi-saksi Kebangkitan

Sabda-Mu Abadi | 12 April 2026 | Mat. 28:1-10
”Mereka segera pergi dari kubur itu dengan takut dan sukacita yang besar, dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus” (Mat. 28:8).
Demikianlah yang dilakukan Maria Magdalena dan Maria yang lain. Dalam Injil lain, yang dimaksud Maria yang lain adalah Ibu Yakobus Muda dan Yoses. Ya, mereka segera pergi dari kubur itu dan berlari cepat-cepat. Kabar baik memang harus diberitakan secepatnya. Aneh jika disimpan sendiri. Lagipula, kabar baik itu bukan untuk mereka sendiri.
Kata malaikat Tuhan itu kepada mereka, ”Segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.”
Pada titik itu kedua Maria itu telah diangkat menjadi rasul bagi para rasul. Mengapa? Sebab mereka adalah saksi-saksi pertama kebangkitan. Dan mereka berdua layak diteladan karena tidak menunda-nunda. Mereka langsung pergi. Tak mau menunggu esok.
Penulis Injil Matius mencatat bahwa mereka pergi dengan takut dan sukacita yang besar. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia tertera: ”takut bercampur gembira”. Setidaknya ada dua hal yang membuat mereka takut, bahkan tiga. Pertama, peristiwa gempa bumi yang hebat. Ini adalah situasi hidup atau mati. Kedua, malaikat Tuhan datang menemui mereka, dan ketiga adalah peristiwa penyaliban yang menyebabkan guru mereka menjadi musuh negara.
Di atas semuanya itu, yang menggembirakan adalah Sang Guru telah bangkit. Kebangkitan-Nya memupus segala ketakutan mereka. Terlebih, Yesus merasa perlu menemui mereka di jalan. Kehadiran Yesus makin meneguhkan kepercayaan mereka.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut untuk mendengarkan sinisar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!