Pertanggungjawaban
Manusia dituntut pertanggungjawaban karena manusia adalah mandataris Allah. Hanya kepada manusialah Allah menuntut pertanggungjawaban.
Manusia dituntut pertanggungjawaban karena manusia adalah mandataris Allah. Hanya kepada manusialah Allah menuntut pertanggungjawaban.
Sabda-Mu Abadi | 4 Oktober 2025 | Mat. 12:30-32 ”Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Karena itu, Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu Read more…
Penyembuhan orang buta dan bisu sungguh di luar nalar. Karena orang-orang Farisi itu kadung tidak percaya kepada Yesus, mereka menyebut-Nya sebagai antek Be’elzebul.
Batang yang layu masih bisa dirawat. Pelita yang hampir redup, karena tertiup angin, tidak dibiarkannya mati.
Yesus meminta orang itu mengulurkan tangan penderita strok mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia seketika itu juga.
Pelayanan yang seharusnya menjadi aplikasi dari kasih kita kepada Tuhan, kadang justru menjadi ajang menjegal pertumbuhan iman seseorang, bahkan sampai ada yang merasa harus hengkang dari gereja karena gerahnya sebuah persekutuan atas dasar iman.
Karena lapar para murid memetik bulir gandum dan memakannya. Inilah konteksnya, yang agaknya sengaja dilupakan orang-orang Farisi yang melihatnya.
Yesus memberi kelegaan. Kelegaan di sini ialah bahwa pengikut Kristus tak perlu ribet dengan semua peraturan yang malah membuat kita malah merasa bersalah.
Sering menjadi persoalan adalah kebijakan dan kepandaian biasanya menjadi halangan bagi orang untuk menerima rahasia Allah itu. Di sinilah kerendahan hati menjadi signifikan.