Khorazim dan Betsaida
Menyadari keberadaan kita di hadapan Allah akan menyadarkan kita bahwa sejatinya kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah.
Menyadari keberadaan kita di hadapan Allah akan menyadarkan kita bahwa sejatinya kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah.
Mereka tidak melihat esensi pemberitaan keduanya. Yang mereka lihat hanya kemasannya. Mereka lebih melihat orangnya ketimbang apa yang dikatakannya.
Kejujuran memegang peranan penting. Berlakulah jujur. Jangan pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya tahu dan merugikan orang lain.
Yesus Orang Nazaret langsung menegaskan bahwa yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari Yohanes Pembaptis.
Yohanes lebih dari sekedar nabi, ia adalah utusan Allah yang dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias.
”Banyak yang salah jalan, tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Beranilah menjadi benar meskipun sendirian.”
Yesus menegaskan bahwa Ia adalah Mesias yang dinanti-nantikan Israel. Memang, ia belum mengunjungi sanaknya yang di penjara. Namun, Ia tetap Mesias.
Para pengikut Yesus tak perlu minder. Sebab, mereka membawa perbawa Yesus sendiri. Tak perlu tersinggung jika ada yang mengabaikan.
Memikul salib berarti bersekutu dalam kematian Kristus. Dan setiap orang yang bersekutu dalam kematian Kristus akan bersekutu pula dalam kebangkitan-Nya.
Di hadapan Yesus setiap orang dihadapkan pada dua pilihan: Menjadi pengikut-Nya atau tidak? Menjadikan Yesus sebagai Tuhan atau tidak?