Membuat Orang Lebih Dekat kepada Allah

”Sejak itu Yesus mulai memberitakan, ’Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!’” (Mat. 4:17). Demikianlah catatan penulis Injil Matius. Pertanyaan sederhana: Kapan waktunya? Waktunya adalah ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap (Mat. 4:12). Konteks ini menjadi penting. Penyingkiran itu tampaknya hendak memperlihatkan bahwa karya Allah, melalui Yohanes Pembaptis, tidak boleh Read more…

Yang Diperkenan Allah

”Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17). Berkenan berarti merasa senang. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku.” Ini semacam deklarasi. Allah Bapa menyatakan kepada dunia bahwa Yesus Orang Nazaret adalah Anak yang dikasihi-Nya. Dalam kata ”terkasih” terkandung makna ”paling”. Pertanyaannya: Read more…

Memancarkan Terang Kristus

”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?” (Mat. 2:2). Orang-orang majus itu bertanya-tanya. Mereka bertanya, tetapi tidak mendapat jawaban. Karena itu, mereka bertanya-tanya. Bertanya-tanya berarti lebih dari sekali bertanya. Mungkin mereka sudah berulang kali bertanya. Apa mau dikata pertanyaan itu tak berbalas. Kalaupun berbalas, sepertinya hanya berupa Read more…

Hidup dalam Terang Dunia

”Jika ingin menilai karakter seseorang, berilah dia kekuasaan!” Demikianlah adagium yang sering dikutip berkait kekuasaan. Mengapa? Karena, menurut Lord Acton, ”kekuasaan cenderung menyimpang dan kekuasaan mutlak pasti menyimpang.” Betapa mengerikan kekuasaan itu! Sejatinya itu jugalah yang diberikan Allah kepada manusia: Saudara dan saya diberi Allah kuasa setidaknya atas diri kita Read more…