Ragi Orang Farisi dan Saduki
Keilahian Yesus seharusnya membuat mereka berani memercayakan diri mereka kepada-Nya.
Keilahian Yesus seharusnya membuat mereka berani memercayakan diri mereka kepada-Nya.
Yesus memberikan tanda Nabi Yunus! Kematian dan kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah.
Kita, dipanggil pula untuk meneladan orang banyak dalam peristiwa penyembuhan itu.
Perempuan Kanaan tidak mutung saat Yesus menghinanya. Bahkan penghinaan itu dipandangnya sebagai akses untuk mendapatkan belas kasihan Sang Anak Daud.
Tidak ada seorang pun yang dapat mengangkat dirinya menjadi milik Allah. Allah sendirilah yang memilihnya.
Supaya kata-kata yang keluar sungguh-sungguh baik, yakni menguatkan dan tidak melemahkan orang lain, menghargai dan tidak menghina orang lain.
Bagi Yesus, adat isitiadat itu seharusnya tidak mengabaikan kemanusiaan manusia. Yang lebih penting lagi, janganlah membuat manusia melawan Allah.
Mereka meminta izin agar diperkenankan menyentuh ujung jubah-Nya saja. Bagi mereka itu sudah cukup.
Pandanglah Yesus! Jika kita meyakini bahwa Dia adalah Tuhan, tak ada sesuatu pun yang luput dari pengamatan-Nya dan segala sesuatu ada di dalam kuasa-Nya.