Pengakuan Iman

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 8 April 2026 | Mat. 27:51-54

”Lihatlah, tabir Bait Suci terkoyak menjadi dua dari atas sampai ke bawah. Terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. Kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal dibangkitkan. Sesudah kebangkitan Yesus, mereka keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata, ’Sungguh, Orang ini Anak Allah.’”

Jika dalam Injil Markus pengakuan ini muncul dari kepala pasukan; penulis Injil Matius menyatakan bahwa pengakuan ini keluar dari mulut kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya.

Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang sedang menjaga Yesus melihat gempa bumi itu dan semua yang terjadi. Mereka ketakutan sekali. Mereka berkata, ”Sungguh, Ia ini Anak Allah.” Bisa jadi awalnya hanya kepala pasukan yang bicara, dan para prajurit kemudian mengaminkannya.

Sebabnya juga berbeda. Dalam Injil Markus pengakuan itu muncul saat kepala pasukan melihat kematian Yesus. Penulis Injil Matius menyatakan bahwa pengakuan muncul ketika mereka merasakan gempa bumi, mendengar kabar bahwa tabir bait suci terkoyak, dan kebangkitan orang-orang mati.

Peristiwa-peristiwa itu bisa dipastikan bukan perkara biasa, tetapi perkara ilahi. Kalau tabir Bait Suci terkoyak dari bawah hingga atas, bisa jadi ada upaya manusia. Namun, tabir Bait Suci robek dari atas hingga bawah. Belum lagi adanya orang-orang mati yang hidup kembali. Oleh karena itu, mereka mengaku, ”Sungguh, Orang ini Anak Allah.”

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: gbik.info

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!