Yesus di Hadapan Pilatus

Sabda-Mu Abadi | 4 April 2026 | Mat. 27:11-26
”ketika Yesus berdiri di hadapan gubernur, gubernur itu bertanya kepada-Nya, ’Engkaukah raja orang Yahudi?’ Jawab Yesus, ’Engkau sendiri mengatakannya’” (Mat. 27:11).
”Engkau sendiri mengatakannya.” Dalam kalimat itu sepertinya Yesus hendak mengingatkan Pilatus bahwa kalimat itu bukanlah berasal dari diri-Nya, tetapi dari mulut Pilatus sendiri. Dan memang itulah sikap Yesus Orang Nazaret menanggapi tuduhan yang dilontarkan kepada-Nya. Yesus diam. Ia tidak menjawab apa-apa. Raja sejati memang tak perlu membela diri.
Mengapa Yesus tidak membela diri-Nya? Sebab, Ia agaknya tahu pembelaan diri hanya akan membuat tuduhan menjadi lebih banyak lagi. Bukankah itu pula yang sering terjadi. Klarifikasi sering dipahami oleh pihak lain sebagai ajang pembenaran. Terlebih, jika pihak lain itu memang sudah enggak mau tahu lagi apa yang sesungguhnya terjadi.
Pilatus telah mencoba mengingatkan massa itu untuk memakai nalarnya. Dengan sengaja dia menampilkan Yesus Barabas dan Yesus yang disebut Kristus untuk dipilih massa.
Uniknya, keduanya bernama sama: Yesus—yang berarti Allah yang menyelamatkan. Nah, perbandingannya sangat jelas: Yesus Barabas atau Yesus yang disebut Kristus. Penulis Injil Matius memberi catatan: ”Pada waktu itu ada seorang tahanan yang terkenal bernama Yesus Barabas” (Mat. 27:16). Jika yang satu terkenal karena kebaikan-Nya, yang lainnya terkenal karena kejahatannya.
Dan sepertinya orang banyak itu malah mendapatkan kekuatan untuk kembali menyatakan pendapat mereka. Mereka memilih Yesus Barabas untuk dibebaskan! Pada titik ini Pilatus berhasil menjadikan suara kebencian itu menjadi legal.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!