
Sabda-Mu Abadi | 27 November 2023 | Yos. 24:29-30
âSesudah peristiwa-peristiwa itu, Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, meninggal dalam usia seratus sepuluh tahun. Lalu ia dikuburkan di daerah milik pusakanya, di Timnat-Serah, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaâas.â
Yosua meninggal. Ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki disiplin tentara yang ketat. Dalam peristiwa Akhanâyang telah mengambil harta dari penaklukan Yerikho untuk keperluan dirinya sendiriâia sendirilah yang memimpin penyelidikan itu. Tak hanya itu, Yosua jugalah yang memimpin bangsa Israel untuk melontari Akhan dengan batu. Yosua melaksanakan semua perintah Allah tanpa kompromi.
Bisa saja Yosua belajar dari Musa. Salah satu kelemahan Musaâyang menjadi sebab tak masuk Tanah Perjanjianâadalah tak menaati perintah. Awalnya ia disuruh Allah untuk memohon kepada Gunung Batu itu untuk mengeluarkan airnya. Namun, Musaâmungkin karena kesal terhadap orang Israelâtidak memohon, tetapi memukul Gunung Batu itu.
Musa tak mungkin berdalih. Di mata Allah apa yang dilakukannya merupakan kesalahan. Dan kesalahan ada hukumannya.
Menarik pula disimak, sebagaimana Musa, para penulis Alkitab memberikan gelar yang samaâhamba TUHAN, kepada Yosua. Gelar ini bukan sembarang gelar. Hanya segelintir orang yang bergelar hamba TUHAN. Selain mereka berdua, hanya Daud yang bergelar hamba TUHAN (Mzm. 36:1). Dan Yosua semasa hidup telah membuktikan bahwa gelar itu bukan tanpa isi.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media
Klik tautan di bawah ini untuk mendengarkan versi audio:
Foto: Unsplash/Julian H.