Yudas Menyesal

Sabda-Mu Abadi | 3 April 2026 | Mat. 27:3-10
”Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman, ia menyesal lalu mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua. Ia berkata, ’Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.’ Jawab mereka, ’Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!’ Ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri” (Mat. 27:3-5).
Yudas menyesal. Entah apa yang membuat dia menyesal. Mungkin ia menyesal karena telah menjual gurunya. Terlebih ketika menyaksikan gurunya divonis mati.
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Yudas pun tak mungkin menarik keputusannya menjual Sang Guru. Para imam kepala dan tua-tua pun hanya angkat bahu, tak peduli, apalagi menghiburnya.
Tiga puluh uang perak tak lagi punya makna. Sang murid merasa tak layak menggunakannya. Ia gantung diri.
Mengapa Yudas bunuh diri? Mengapa jalan yang diambilnya berbeda dengan Petrus yang telah menyangkal Sang Guru? Mengapa Petrus tidak bunuh diri? Apakah kadar penyesalannya lebih rendah ketimbang Yudas?
Tentu kita tidak tahu pasti alasannya. Namun, kita bisa menduga bahwa Petrus merasa Yesus pasti akan mengampuninya. Agaknya itulah yang membedakan Petrus dengan Yudas. Ia sungguh mengenal gurunya, Yudas tak percaya adanya pengampunan. Ia merasa tak ada lagi jalan keluar. Ia tak punya lagi harapan. Ia sungguh tidak mengenal gurunya. Dan karena itu, bunuh diri menjadi keniscayaan.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!