👁️

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 3:1-6

”Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu, dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudara yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi keadaan kita kelak belum dinyatakan. Namun, kita tahu bahwa apabila Kristus dinyatakan, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (1Yoh. 3:1-2).

Penulis menyatakan dengan tegas bahwa pembaca suratnya—karena kematian dan kebangkitan Yesus Orang Nazaret—adalah anak-anak Allah. Sejatinya pengakuan itu berasal dari Allah Bapa. Inilah yang mestinya menjadi sumber penghiburan orang percaya.

Kenyataan sebagai anak-anak Allah akan membawa pembaca suratnya menjadi serupa dengan Kristus kelak. Mengapa? Sebab Kristus adalah Anak Allah. Sehingga orang-orang percaya perlu memanggil dirinya untuk menyucikan dirinya sebagaimana Kristus.

Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Semua orang yang mempunyai harapan ini terhadap Kristus, menjaga dirinya supaya sungguh-sungguh suci, bersih dari dosa sebagaimana Kristus juga suci.” Pada titik ini Yesus Kristus adalah teladan. Orang percaya dipanggil untuk meneladan-Nya. Karena itu pula, menjadi suci, sebagaimana Kristus, bukanlah pilihan, tetapi sungguh keniscayaan. Sekali lagi, karena Kristus, Anak Allah, itu suci.

Pada hemat penulis, aneh rasanya jika anak-anak Allah tidak hidup seperti Kristus. Ya, anak-anak Allah mesti hidup kudus sebagaimana Allah adalah kudus.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: biblestudytools

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!