
Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 2:28-29
”Jadi sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Dia, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. Jikalau kamu tahu bahwa Ia benar, kamu harus tahu juga bahwa setiap orang yang melakukan kebenaran, lahir dari Dia.”
Sekali lagi penulis menekankan pentingnya bagi para pembaca suratnya untuk tinggal di dalam Kristus. Dengan tinggal di dalam Kristus, pembaca surat bisa memiliki kepercayaan diri menyambut hari kedatangan-Nya. Mereka tidak perlu malu, apalagi takut, karena telah tinggal di dalam Dia.
Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Jadi, anak-anakku, tetaplah hidup bersatu dengan Kristus. Jika kelak Ia datang, kita tidak akan bersembunyi karena malu. Sebaliknya kita akan menyambut Dia dengan penuh keberanian.”
Bersatu dengan Kristus membuat setiap orang percaya nyambung dengan Dia. Mereka mengenal dan memahami hati Kristus. Pengenalan dan pemahaman itu membuat mereka berpikir, bersikap, dan bertindak seperti Kristus. Dan itulah yang membuat para pengikut Kristus penuh dengan kepercayaan diri dalam menyambut kedatangan Kristus yang kedua.
Dengan cara demikian pula orang-orang percaya boleh mengganggap diri mereka sebagai anak-anak Allah. Tentu saja, Allahlah yang telah terlebih dahulu menganggap mereka sebagai anak-anak-Nya dalam persekutuan dengan Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Namun, ketika mereka tetap melakukan kebenaran seperti Kristus itu merupakan tanda bahwa mereka telah berpikir, bersikap, dan bertindak sebagai anak-anak Allah. Dan itulah yang terpenting dalam diri manusia.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!