
Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 3:13-18
”Dengan inilah kita mengenal kasih, yaitu bahwa Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Jadi, kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Siapa yang mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana kasih Allah dapat tinggal di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (1Yoh. 3:16-18).
Sejak semula kasih memang bukan milik manusia. Manusia—yang dicipta menurut gambar dan rupa Allah—menerima kasih itu. Dosa membuat manusia tak lagi mampu murni mengasihi sesamanya. Tak jarang, ada pamrih di balik kasih yang diberi.
Dengan tegas penulis menyatakan bahwa manusia mengenal kasih dalam peristiwa penyaliban Kristus. Itulah kasih sejati. Satu-satunya alasan Yesus Orang Nazaret mati di kayu salib adalah kasih. Tak ada alasan lain.
Karena itulah, setiap orang yang telah mengenal kasih itu dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Dengan jalan inilah kita mengetahui cara mengasihi sesama: Kristus sudah menyerahkan hidup-Nya untuk kita. Sebab itu, kita juga harus menyerahkan hidup kita untuk saudara-saudara kita!”
Inilah yang dimaksud dengan menyerahkan nyawa: mengasihi orang lain melalui hidup kita masing-masing. Konkretnya berbagi kepada setiap orang yang menderita kekurangan. Dan untuk itu, kita semua dipanggil untuk melihat sekitar. Ya, lihatlah sekelilingmu.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!