Mesias Palsu
Jika ada orang yang mengajak orang untuk menyembah dan memuliakan dirinya sendiri, ia pastilah mesias palsu.
Jika ada orang yang mengajak orang untuk menyembah dan memuliakan dirinya sendiri, ia pastilah mesias palsu.
Sabda-Mu Abadi | 26 Februari 2025 | Mrk. 13:14-20 ”Apabila kamu melihat ‘Kejijikan yang Membinasakan’ berdiri di tempat yang tidak sepatutnya—pembaca hendaklah memahaminya—maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang berada di atas rumah janganlah turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang Read more…
Tidak banyak jemaat yang dapat mengingat isi khotbah pendeta pada Minggu sebelumnya. Namun, dengan mengaktifkan seluruh indra saat firman Tuhan disampaikan, yaitu membaca Alkitab, mendengarkan isi khotbah, mencerna dengan pikiran dan mencatat lalu merefleksikan kembali, setidaknya makanan rohani itu tidak berlalu begitu saja.
Akhir zaman sejatinya merupakan permulaan zaman baru. Akhir zaman seharusnya disambut dengan penuh sukacita.
Sabda-Mu Abadi | 24 Februari 2025 | Mrk. 13:1-4 ”Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, ’Guru, lihatlah betapa besarnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!’ Lalu Yesus berkata kepadanya, ’Kaulihat gedung-gedung yang besar ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan di atas batu yang lain; Read more…
Ibadah memang bukan untuk mencari pujian. Yang terpenting, ia memercayai bahwa Allah akan terus memeliharanya.
Sang Guru mengingatkan para murid-Nya untuk tidak jatuh dalam kesalahan. Sebagai murid Kristus mereka harus hidup sebagaimana Yesus hidup.
Metode ajar Yesus membuat orang banyak itu menyadari pentingnya menguji siap ajaran dan membuat orang lebih memahami apa yang dipercayainya.
Tanpa Yesus manusia pasti akan binasa. Dia adalah Air Kehidupan yang menyucikan kita dari dosa yang cemar melalui pengorbanan-Nya di kayu salib dan menganugerahkan keselamatan bagi setiap orang percaya.
Pada salib di Gereja Ortodoks Timur, palang vertikal dan horizontalnya sama panjangnya. Artinya, kasih kepada Allah seimbang dengan kasih kepada manusia.