Jangan Bimbang!

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 25 April 2023 | Rm. 14:22-23

”Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Namun, siapa saja yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”

Kembali Paulus menasihati pentingnya untuk tetap berpegang pada prinsip. Namun, bukan untuk dipaksakan menjadi konsumsi orang lain, melainkan untuk diri sendiri di hadapan Allah. Berkait iman, semestinya memang menjadi konsumsi pribadi. Dan iman memang mensyaratkan hubungan dua pihak saja—kita dan Allah. Dalam Alkitab Bahasa Indonsia Masa Kini tertera: ”Biarlah apa yang Saudara percayai itu, Saudara lakukan di hadapan Allah saja untuk Saudara sendiri.” Pada akhirnya yang layak menilai seseorang beriman atau tidak adalah Allah sendiri.

Lalu bagaimana dengan orang yang ragu? Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tersurat: ”Orang yang tidak mempunyai alasan untuk merasa bersalah atas apa yang dianggapnya benar, orang itu bahagia. Tetapi orang yang merasa ragu-ragu untuk makan sesuatu, kemudian toh makan makanan itu, orang itu disalahkan oleh Allah; sebab orang itu tidak bertindak menurut keyakinannya tentang apa yang benar dan yang salah. Dan apa saja yang dilakukan tanpa keyakinan adalah dosa.”

Jelas terlihat bahwa Allah menghargai kehendak bebas manusia. Allah juga menyadari dan menerima tingkat pertumbuhan rohani yang berbeda-beda. Oleh karena itu, yang paling logis bagi mereka adalah tidak bimbang. Toh Allah sudah menerima mereka apa adanya. So, jangan bimbang!

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media

Klik tautan di bawah ini untuk mendengarkan versi audio:

Foto: Unsplash/Artem Subha