
šļø
pembacaSabda-Mu Abadi | 12 April 2023 | Rm. 12:14
āBerkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!ā
Perintah Paulus jelas. Tidak ada alasan mengutuk orang yang menyakiti kita. Bahkan, kita dipanggil untuk memberkatinya. Lagipula siapa kita boleh mengutuk sesamaāsama-sama ciptaan Allah.
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan ākutukā sebagai ādoa atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang atau orang lainā. Pengertian ini tidaklah tepat. Dalam pengertian ini dinyatakan bahwa peristiwa-peristiwa di dunia ini bisa terjadi tanpa campur tangan Allah. Pasti tidak demikian bukan?
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: āMintalah kepada Allah supaya Ia memberkati orang-orang yang kejam terhadapmu. Ya, minta Allah memberkati mereka, jangan mengutuk.ā Dalam versi ini jelaslah bahwa terkabulnya doa itu merupakan prerogatif Allah. Kalau ada hukuman atau bencana pastilah bukan karena doa kita, namun karena Allah memang ingin menghukum dia.
Dan Paulus mengingatkan kita untuk meminta Allah memberkati orang-orang yang menganiaya kita dan tidak mengutuk mereka. Sesungguhnya ini sejalan dengan Doa Bapa Kami: āAmpunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kamiā (Mat. 6:12). Itu berarti Yesus Orang NazaretāSang Guruāmenghendaki agar kita memaafkan kesalahan orang lain sebelum kita meminta maaf dari Allah. Ya, itulah yang Dia inginkan.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media
Klik tautan di bawah ini untuk mendengarkan versi audio:
Foto: Unsplash/Gabriel Meinert