Tulah Kesembilan: Gelap Gulita
Orang tua mesti mendorong anak-anak mereka untuk tidak menghadap TUHAN dengan tangan hampa.
Orang tua mesti mendorong anak-anak mereka untuk tidak menghadap TUHAN dengan tangan hampa.
Allah memang tidak bisa dipermainkan. Allah mempermainkan orang Mesir karena Firaun, selaku pemimpin Mesir, telah mempermainkan Allah.
Tuhan berdaulat. Namun, Israel tak boleh sombong, karena semua itu memang hanya anugerah Allah. Tugas umat Allah adalah menyatakan kebaikan Allah melalui kata dan karya.
”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh. 13:34). Demikianlah perintah Sang Guru menjelang penyaliban. Mengapa Yesus menyebutnya perintah baru? Apanya yang baru? Bukankah Ia pernah berkata: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”? Itu Read more…
Jika Allah memberikan peringatan, langsung bertobat adalah jalan yang sudah semestinya. Jangan sampai kekerasan hati membuat kita mempermainkan Allah!
Allah memberikan kekebalan khusus kepada ternak-ternak Israel sehingga mereka terselamatkan dari penyakit sampar itu. Kita tentu tidak tahu bagaimana Allah bekerja.
Orang percaya telah ditebus dan menjadi milik Allah. Penting bagi kita untuk terus memelihara dan mempertahankan status: “Kita adalah milik Allah”.
Mengapa Firaun masih mengeraskan hati? Firaun sendiri tak merasa diri sebagai milik Allah. Kalau bukan umat milik Allah, mengapa pula harus tunduk kepada Allah?
Firaun ingkar janji, dia telah mempermainkan Allah Semesta Alam. Dengan kata lain dia merasa lebih hebat dari Allah. Absurd memang.
Air menjadi darah. Tulah ini sungguh memorakporandakan kehidupan karena melanda sungai Nil yang merupakan sumber kehidupan orang Mesir.