
Sabda-Mu Abadi | 18 Juni 2026 | 1Yoh. 2:22-25
”Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Inilah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab, siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Siapa yang mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Adapun kamu, apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar sejak semula itu tetap tinggal di dalam kamu, kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.”
Logika yang dibangun penulis menarik disimak. Yesus, sebagaimana dikatakannya sendiri, adalah Kebenaran. Sehingga orang yang menyangkal kemesiasan Yesus boleh dikatakan pendusta. Dan tidak mengakui pernyataan Yesus berarti pula tidak mengakui Bapa yang diperkenalkan-Nya.
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Yang berdusta adalah orang yang berkata bahwa Yesus bukannya Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah. Orang itu Musuh Kristus; ia tidak mengakui Bapa maupun Anak. Orang yang tidak mengakui Anak, berarti tidak menerima Bapa juga. Dan orang yang mengakui Anak, berarti menerima Bapa juga.”
Selanjutnya penulis mengajak pembacanya untuk menjaga baik-baik berita yang telah mereka dengar pada saat menjadi percaya. Memelihara keselamatan merupakan panggilan setiap Kristen. Tidak menjaganya berarti pula menyepelekan kabar keselamatan. Pada titik inilah kabar keselamatan itu telah kehilangan maknanya. Dan hidup kekal pun lenyap.
Oleh karena itu, pentinglah bagi setiap orang percaya untuk terus memelihara keselamatan yang telah diterimanya. Tentu, semuanya itu harus tampak dalam kata dan karya.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!