👁️

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 3:11-12

”Sebab, inilah berita yang telah kamu dengar sejak semula, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi, bukan seperti Kain yang berasal dari si jahat dan membunuh saudaranya. Mengapa ia membunuhnya? Sebab, segala perbuatannya jahat dan perbuatan saudaranya benar.”

Kasih adalah tanda kehidupan baru dalam Kristus. Mengasihi saudara merupakan tindakan konkret. Itulah yang tidak dilakukan Kain. Sebaliknya, ia membunuh Habel.

Mengapa Kain membunuh Habel? Dalam Kitab Kejadian tertera: ”Beberapa waktu kemudian, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai kurban persembahan; Habel juga mempersembahkan sebagian dari anak sulung kambing dombanya dengan lemaknya. TUHAN mengindahkan Habel dan kurban persembahannya itu, tetapi Kain dan kurban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan wajahnya muram” (Kej. 4:3-5).

Kita tidak tahu mengapa TUHAN mengindahkan Habel ketimbang Kain. Kain pun kemungkinan besar juga tidak tahu. Hanya, ini mungkin persoalan besarnya, Kain tidak bertanya kepada TUHAN.

Bisa jadi ia malu untuk bertanya. Mungkin juga dia marah kepada TUHAN. Dan ia melampiaskan kemarahannya kepada Habel, bahkan membunuh adiknya. Padahal Kain adalah saudaranya.

Menarik diperhatikan, bahasa Indonesia mengadopsi kata ”saudara” dari bahasa Sanskerta. Arti harfiahnya: Satu perut. Itu berarti Kain membunuh orang yang pernah menghuni rahim yang sama dengannya. Penulis menyimpulkan bahwa segala perbuatan Kain jahat semata.

Menarik diperhatikan, nasihat TUHAN kepada Kain: ”Namun, jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintai di depan pintu. Hasratnya tertuju kepadamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya” (Kej. 4:7). Sayangnya, Kain lebih memilih dikuasai dosa.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: clergystuff

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!