Yang Berdukacita
Kita perlu belajar hidup prihatin, peka terhadap kesedihan orang lain. Dan ketika peka terhadap kesusahan orang lain, kita pun akan merasa bahagia.
Kita perlu belajar hidup prihatin, peka terhadap kesedihan orang lain. Dan ketika peka terhadap kesusahan orang lain, kita pun akan merasa bahagia.
Miskin di hadapan Allah ketika tidak lagi menggantungkan diri pada harta benda untuk meraih kebahagiaan sejati. Mereka mencari kebahagiaannya hanya kepada Tuhan saja.
Yesus Orang Nazaret adalah Rabi yang Berkeliling. Fokus-Nya dua: memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menyembuhkan.
Meninggalkan orang tua tidak berarti melupakannya, tetapi memperlihatkan prioritas baru. Prioritas utama mereka adalah mengikut Yesus.
Menjala manusia berarti merangkul orang untuk percaya kepada Allah—bersekutu kembali dengan Allah.
Pekerjaan Tuhan tak boleh berhenti. Sewaktu Yohanes ditangkap, Yesuslah yang melanjutkan pemberitaannya.
Segala sesuatu di luar Allah adalah ciptaan Allah. Dan sebagai ciptaan Allah, semua makhluk harus berbakti kepada Allah saja.
Jangan pernah meragukan kemahakuasaan Allah. Ia Maha Kuasa. Ia mampu melakukan segala sesuatu asal seturut kehendak-Nya.
Allah Bapa menyatakan kepada dunia bahwa Yesus Orang Nazaret adalah Anak yang dikasihi-Nya. Pertanyaannya: Apa yang menyenangkan hati Bapa?
Demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah ~ Yesus orang Nazaret.