Firaun Menyerah
Pekabaran Injil bukan hanya buah tangan manusia, tetapi sejatinya adalah karya Allah sendiri. Manusia hanyalah alat yang dipakai Allah untuk memperlihatkan keagungan Allah.
Pekabaran Injil bukan hanya buah tangan manusia, tetapi sejatinya adalah karya Allah sendiri. Manusia hanyalah alat yang dipakai Allah untuk memperlihatkan keagungan Allah.
Yerusalem baru tak hanya persoalan masa depan di surga sana. Para pengikut Kristus dipanggil untuk mewujudkan kehidupan Yerusalem yang baru itu di bumi ini sekarang.
Kita dipanggil untuk menolong dan mengingatkan anak-anak kita untuk tidak mempermaikan Allah. Ya, Allah begitu mengasihi mereka. Jadi, jangan main-main dengan Allah.
Orang tua penting memperkenalkan karya penyelamatan Allah kepada anak-anaknya, sebagaimana mereka juga telah mendapatkan pemahaman dari orang tua mereka.
Terang Kristus menjadi inspirasi bagi jemaat untuk juga menyala bagi sekelilingnya melalui tutur kata, tindakan kasih, perhatian, dan keberanian.
Orang tua perlu menolong anak-anak mereka mendengarkan suara Allah dan menaati-Nya. Meski berupa teguran, mereka perlu, bahkan wajib, mendengarkannya.
Allah merancang segala sesuatu dengan cermat. Allah senantiasa mencukupkan kebutuhan umat-Nya. Dan karena itu umat Allah tak perlu terlalu khawatir selama mereka menjalankan kehendak Allah.
Di dunia yang sudah jatuh di dalam dosa, larangan itu bukan penjara, justru larangan itu memerdekakan kita.
Orang tua mesti mendorong anak-anak mereka untuk tidak menghadap TUHAN dengan tangan hampa.
Allah memang tidak bisa dipermainkan. Allah mempermainkan orang Mesir karena Firaun, selaku pemimpin Mesir, telah mempermainkan Allah.