Sujud Menyembah
Berhadapan dengan Allah, Musa langsung berlutut dan sujud menyembah. Ini merupakan tindakan logis. Sebab Allahlah yang menciptakan manusia. Terlebih,
Berhadapan dengan Allah, Musa langsung berlutut dan sujud menyembah. Ini merupakan tindakan logis. Sebab Allahlah yang menciptakan manusia. Terlebih,
Allah merasa perlu memperkenalkan diri-Nya lagi kepada Musa. Dan Ia memperkenalkan diri-Nya sebagai Pribadi yang Murah Hati sekaligus yang Berkuasa Menghukum.
Dua loh batu baru memperlihatkan dengan jelas bahwa Allah masih memercayai umat-Nya. Ia percaya bahwa Israel akan mematuhi segala firman yang ada dalam kedua loh batu itu.
Nama adalah identitas. Mengenal diri dengan namamu berarti sungguh-sungguh mengenal.
Sekarang, sekiranya aku mendapat kemurahan hati-Mu, beritahukanlah kepadaku jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kemurahan hati-Mu.
Allah berbicara dengan Musa seperti seseorang berbicara dengan sahabatnya. Allah sejatinya selalu ingin berkomunikasi dengan manusia.
Penyertaan Allah sungguh mutlak dalam kehidupan umat Israel. Mereka sadar, selama ini Allahlah yang telah bertindak bagi mereka.
Musa memohon Allah mengampuni orang-orang yang dipimpinnya. Bahkan, ia sudi namanya dihapuskan dari buku orang-orang hidup.
Tiga ribu orang terbunuh karena Harun, sang pemimpin, tidak menunaikan tugasnya dengan baik. Ia tidak mampu menjaga moral umat Israel.
Musa menghukum umat Israel. Dengan cara memperlihatkan bahwa patung anak lembu emas itu tak punya kuasa apa pun. Sehingga, menyembahnya sungguh kebodohan belaka.