Arti Perumpamaan Lalang di Antara Gandum
Empat pelajaran dari Perumpamaan Lalang dan Gandum.
Empat pelajaran dari Perumpamaan Lalang dan Gandum.
Yesus Orang Nazaret memang tidak bermaksud memaksakan suatu ajaran kepada para pendengarnya.
Ragi itu harus mau bercampur dengan adonan tersebut. Demikian juga para murid harus mau berbaur dengan masyarakatnya.
Jangan anggap remeh yang kecil-kecil. Jika kita melihat hal-hal kecil, baiklah kita memandangnya menurut cara pandang Allah. Dan itulah nilai-nilai Kerajaan Allah.
Lalang dan gandum tampak tak begitu berbeda ketika masih muda. Namun, ketika berbulir, terlihat jelas mana gandum dan mana lalang.
Yesus orang Nazaret menegaskan bahwa judulnya adalah perumpamaan penabur, tetapi isinya lebih kepada respons para pendengar firman.
Marilah kita layangkan pandang kita ke perbatasan Samaria dan Galilea! Yesus sedang naik daun. Orang banyak datang kepada Dia karena dikenal mampu dan mau menolong. Sengaja, saya tekankan kemauan dan kemampuan. Sebab mustahil mengharapkan pertolongan dari orang yang tidak memiliki keduanya. Ada yang mau menolong, namun tak mampu menolong. Meminta Read more…
panggilan setiap pengikut Kristus: Menjadi teladan dalam kerendahan hati.
Sang Guru, sepertinya langsung mengajak pendengar-Nya langsung bercermin mereka jenis tanah yang mana.
Sang Guru sangat memperhatikan betul ruang pengajaran-Nya yang mendukung pembelajaran karena antara guru dan murid dapat saling berinteraksi.