Buta-Bisu
Penyembuhan orang buta dan bisu sungguh di luar nalar. Karena orang-orang Farisi itu kadung tidak percaya kepada Yesus, mereka menyebut-Nya sebagai antek Beāelzebul.
Penyembuhan orang buta dan bisu sungguh di luar nalar. Karena orang-orang Farisi itu kadung tidak percaya kepada Yesus, mereka menyebut-Nya sebagai antek Beāelzebul.
Batang yang layu masih bisa dirawat. Pelita yang hampir redup, karena tertiup angin, tidak dibiarkannya mati.
Yesus meminta orang itu mengulurkan tangan penderita strok mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia seketika itu juga.
Karena lapar para murid memetik bulir gandum dan memakannya. Inilah konteksnya, yang agaknya sengaja dilupakan orang-orang Farisi yang melihatnya.
Yesus memberi kelegaan. Kelegaan di sini ialah bahwa pengikut Kristus tak perlu ribet dengan semua peraturan yang malah membuat kita malah merasa bersalah.
Sering menjadi persoalan adalah kebijakan dan kepandaian biasanya menjadi halangan bagi orang untuk menerima rahasia Allah itu. Di sinilah kerendahan hati menjadi signifikan.
Menyadari keberadaan kita di hadapan Allah akan menyadarkan kita bahwa sejatinya kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah.
Mereka tidak melihat esensi pemberitaan keduanya. Yang mereka lihat hanya kemasannya. Mereka lebih melihat orangnya ketimbang apa yang dikatakannya.
Yesus Orang Nazaret langsung menegaskan bahwa yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari Yohanes Pembaptis.
Yohanes lebih dari sekedar nabi, ia adalah utusan Allah yang dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias.