Wajah Musa Bercahaya
Kisah bercahayanya wajah Musa itu bisa menjadi tanda dari setiap orang yang sungguh-sungguh bergaul dengan Allah.
Kisah bercahayanya wajah Musa itu bisa menjadi tanda dari setiap orang yang sungguh-sungguh bergaul dengan Allah.
Allah adalah Sumber Hidup. Persekutuan dengan Allah itu sungguh mengenyangkan Musa.
Hari Raya Tujuh Minggu, perayaan hasil pertama panen gandum. Inilah yang hingga masa kini dirayakan orang Kristen sebagai Hari Pentakosta.
Konsep penebusan tidaklah muncul dari ruang hampa. Bermula saat Allah membunuh semua anak sulung dari manusia maupun ternak di Tanah Mesir.
Kekekalan Allah memastikan bahwa janji-Nya itu kekal sifatnya dan pasti tergenapi. Hanya manusia terkadang berpikir pendek dan terbatasi waktu.
Kita tidak bisa mengasihi manusia tanpa mengasihi Allah, sebaliknya juga kita tidak bisa mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama manusia.
Berhadapan dengan Allah, Musa langsung berlutut dan sujud menyembah. Ini merupakan tindakan logis. Sebab Allahlah yang menciptakan manusia. Terlebih,
Allah merasa perlu memperkenalkan diri-Nya lagi kepada Musa. Dan Ia memperkenalkan diri-Nya sebagai Pribadi yang Murah Hati sekaligus yang Berkuasa Menghukum.
Dua loh batu baru memperlihatkan dengan jelas bahwa Allah masih memercayai umat-Nya. Ia percaya bahwa Israel akan mematuhi segala firman yang ada dalam kedua loh batu itu.
Nama adalah identitas. Mengenal diri dengan namamu berarti sungguh-sungguh mengenal.