Perjumpaan yang Membawa Damai Sejahtera
”Kami telah melihat Tuhan!” (Yoh. 20:25). Demikianlah kabar yang disampaikan para murid kepada Tomas. Mereka semua telah melihat Yesus yang bangkit. Kebangkitan itu bukan isapan Jempol.
”Kami telah melihat Tuhan!” (Yoh. 20:25). Demikianlah kabar yang disampaikan para murid kepada Tomas. Mereka semua telah melihat Yesus yang bangkit. Kebangkitan itu bukan isapan Jempol.
”Sesungguhnya, inilah Allah kita. Kita menanti-nantikan Dia, dan Ia telah menyelamatkan kita. supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita atas pertolongan-Nya!” (Yes. 25:9).
Dalam hidup sehari-hari, kita dihadapkan pada pilihan ingin menjadi relevan atau memilih bertaut pada pengenalan akan cinta pertama Allah.
Marilah kita layangkan mata hati kita pada peristiwa di Kamis Putih itu! Apakah makna di balik peristiwa itu? Cara sederhana untuk melihat makna di balik peristiwa adalah melihat konteks peristiwa itu.
Banjir bisa dipakai Allah untuk membangunkan dan memenuhi kebutuhan yang paling dalam yang ada di hati orang, yaitu kebutuhan untuk dicintai tanpa batas dan untuk menjadi kreatif serta berbela rasa dalam mencintai orang lain.
Ketaatan adalah keniscayaan, khususnya dalam hubungan antarmanusia. Tanpa ketaatan yang ada hanyalah kekacauan semata.
Kangen. Mungkin perasaan itulah yang menguasai Yesus kala pergi ke Yerusalem. Bagi orang Israel, Yerusalem bukan sembarang kota. Yerusalem berbeda dengan kota-kota lain karena Bait Allah terletak di sana. Kalau kita perhatikan mazmur-mazmur, maka banyak sekali mazmur ziarah yang dinyanyikan orang Israel sewaktu mengunjungi Yerusalem.
Pada Minggu Transfigurasi ini marilah kita sungguh-sungguh bertanya, ”Apakah kita telah memuliakan Allah?”
Yesus Orang Nazaret memang tidak sedang piknik. Ia memberitakan Kerajaan Allah baik dengan kata maupun karya. Dengan kata lain, Yesus Orang Nazaret adalah Pribadi yang Sibuk. Tetapi, tentu saja tidak sibuk dengan urusan-Nya sendiri, tetapi sibuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Status sebagai anak-anak Allah semestinya memanggil kita untuk meneladan Anak Allah.
Seorang murid harus siap belajar. Seorang murid harus siap menerima segala. Keterbukaan merupakan prinsip utama seorang murid.