👁️

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 3:7-10

”Anak-anak, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Siapa yang melakukan kebenaran adalah benar, sama seperti Dia adalah benar. Siapa yang tetap berbuat dosa berasal dari Iblis, sebab sejak semula Iblis terus-menerus berbuat dosa. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak terus-menerus berbuat dosa. Sebab, benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat terus-menerus berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tanda anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: Setiap orang yang tidak melakukan kebenaran tidak berasal dari Allah, demikian juga siapa saja yang tidak mengasihi saudaranya.”

Inilah bedanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: Melakukan atau tidak melakukan kebenaran. Menarik disimak logika yang dibangun: anak-anak Iblis terus-menerus berbuat dosa karena benih ilahi tidak ada dalam dirinya. Sedang anak-anak Allah, tidak dapat terus-menerus berbuat dosa karena lahir dari Allah.

Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Orang yang sudah menjadi Anak Allah, tidak terus-menerus berbuat dosa, sebab sifat Allah sendiri ada padanya. Dan karena Allah itu Bapanya, maka ia tidak dapat terus-menerus berbuat dosa” (1Yoh. 3:9).

Karena Allah adalah Bapa kita, aneh rasanya jika orang percaya dengan sengaja berbuat dosa. Itu sama halnya menyangkal diri sebagai anak-anak Allah. Dan melakukan kebenaran terwujud dalam tindakan konkret, yakni mengasihi saudara. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang terdekat. Dan yang sering terjadi, tak mudah mengasihi orang-orang terdekat karena kita tahu keseharian mereka.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: CT/HerryPriyonggo-Gembala Yang Baik

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!