Ternak Titipan
Allah menghargai kepemilikan seseorang. Jika Allah begitu menghargainya, manusia pun harus mengikuti-Nya.
Allah menghargai kepemilikan seseorang. Jika Allah begitu menghargainya, manusia pun harus mengikuti-Nya.
Menarik disimak besarnya ganti rugi atas ladang atau kebun anggur. Si pemilik ternak yang menyebabkan kerugian itu harus memberikan hasil terbaik dari ladangnya atau kebun anggurnya.
Si pencuri pastilah tidak lagi memiliki rasa hormat kepada sang pemilik ternak. Sejatinya ia juga tidak lagi memiliki rasa hormat Allah, selaku Pemilik segala sesuatu.
Sang pemilik tidak boleh lepas tangan atas ternak miliknya. Dengan kata lain, sang pemilik tidak hanya berkewajiban memberi makan, tetapi juga menjaga tingkah laku ternak miliknya.
Setiap orang tidak hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri atau anggota keluarganya, tetapi juga turut bertanggung jawab atas keselamatan bukan hanya manusia, tetapi juga ternak milik orang lain.
Hewan tak bisa dituntut pertanggungjawaban sendirian karena tidak berakal budi. Oleh karena itu, manusialah yang harus bertanggung jawab atau sepak terjang hewan miliknya.
Janin adalah makhluk hidup. Masalah janin dalam kandungan akibat kelalaian orang lain layak diperhitungkan. Allah tidak mendiamkannya. Mengapa? Sebab anak adalah milik pusaka Allah yang dititipkan kepada sebuah keluarga. Janin pun dihargai Allah.
Budak boleh dihukum, tetapi tak boleh diambil nyawanya. Sebab nyawa adalah milik Allah. Hanya Dialah yang boleh menghentikan umur seseorang.
Penculikan bermuara pada perdagangan orang yang menurunkan harkat manusia dari pribadi merdeka menjadi budak. Allah tentu saja membenci perbudakan.
Jangan membunuh! Mengambil nyawa manusia merupakan prerogatif Allah. Tak seorang pun boleh mengambil nyawa sesamanya. Nyawa manusia adalah pemberian Allah semata dan hanya Alllah yang berhak mengambilnya.