Menikmati Perjalanan Kehidupan
Bagaimana dengan perjalanan kehidupan kita sebagai orang percaya? Siapakah yang menuntun kehidupan kita setiap hari?
Bagaimana dengan perjalanan kehidupan kita sebagai orang percaya? Siapakah yang menuntun kehidupan kita setiap hari?
Dua loh batu baru memperlihatkan dengan jelas bahwa Allah masih memercayai umat-Nya. Ia percaya bahwa Israel akan mematuhi segala firman yang ada dalam kedua loh batu itu.
Sabda-Mu Abadi | 23 September 2024 | Kel. 33:18-23 ”Jawab Musa, ’Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.’ Lalu TUHAN berfirman, ’Aku akan membuat seluruh kegemilangan-Ku lewat di hadapanmu, dan akan akan menyerukan nama TUHAN di hadapanmu. Aku akan memberi kasih karunia kepada orang yang Kuberi kasih karunia dan Aku mengasihani orang yang Read more
Nama adalah identitas. Mengenal diri dengan namamu berarti sungguh-sungguh mengenal.
Sekarang, sekiranya aku mendapat kemurahan hati-Mu, beritahukanlah kepadaku jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kemurahan hati-Mu.
Allah berbicara dengan Musa seperti seseorang berbicara dengan sahabatnya. Allah sejatinya selalu ingin berkomunikasi dengan manusia.
Penyertaan Allah sungguh mutlak dalam kehidupan umat Israel. Mereka sadar, selama ini Allahlah yang telah bertindak bagi mereka.
Musa memohon Allah mengampuni orang-orang yang dipimpinnya. Bahkan, ia sudi namanya dihapuskan dari buku orang-orang hidup.
Nilai-nilai kebaikan yang ditaburkan oleh kehadiran Paus Fransiskus lebih berkumandang daripada suara-suara yang sumbang dari pihak lain.
Tiga ribu orang terbunuh karena Harun, sang pemimpin, tidak menunaikan tugasnya dengan baik. Ia tidak mampu menjaga moral umat Israel.
Sabda-Mu Abadi | 16 September 2024 | Kel. 32:21-24 ”Tanya Musa kepada Harun, ”Apakah yang telah dilakukan bangsa ini kepadamu, sampai-sampai engkau menimbulkan dosa sebesar itu kepada mereka?” Jawab Harun, ”Janganlah bangkit amarahmu, Tuanku! Tuan sendiri mengetahui bangsa ini cenderung jahat. Mereka berkata kepadaku: Mari, buatlah untuk kami Allah, yang Read more
Musa menghukum umat Israel. Dengan cara memperlihatkan bahwa patung anak lembu emas itu tak punya kuasa apa pun. Sehingga, menyembahnya sungguh kebodohan belaka.