Matius
Yesus malah makan bersama para pemungut cukai. Prinsip Yesus sederhana: Seorang Tabib dipanggil untuk menyembuhkan orang sakit.
Yesus malah makan bersama para pemungut cukai. Prinsip Yesus sederhana: Seorang Tabib dipanggil untuk menyembuhkan orang sakit.
Yesus hendak menegaskan, Dia bukan sekadar tabib, si lumpuh pun pulang sebagai pribadi yang sehat rohani, juga jasmani.
Penduduk Gadara tidak terlalu hirau akan keberadaan dua orang yang kerasukan setan itu. Mereka tidak melihat peristiwa dari sisi kedua orang itu.
Penulis Injil Matius hendak memperlihatkan betapa berkuasanya Yesus Orang Nazaret
”Karena Yesus melihat bagaimana para undangan berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka” (Luk. 14:7). Demikianlah konteks perumpamaan Yesus. Manusia memang makhluk pemilih. Ia diberi kemampuan oleh Sang Pencipta untuk memilih. Dan manusia cenderung memilih apa yang paling baik, enak, dan menguntungkan baginya. Itu pulalah yang disaksikan Read more…
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali.
Hubungan dengan Yesuslah yang membuat para murid hidup. Melepaskan hubungan itu hanya berbuah kematian.
Rubah mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.
Tidak ada penyakit yang terlalu remeh untuk dimohonkan kesembuhannya kepada Yesus.
Pengakuan Yesus Orang Nazaret. Sang perwira sungguh percaya Lokasi tidak membatasi Yesus dalam menyembuhkan. Ia berkuasa atas tempat, juga lokasi.