Berjaga-jagalah
Jika sudah siap menyambut, kapan pun Yesus datang tak perlu menjadi soal.
Jika sudah siap menyambut, kapan pun Yesus datang tak perlu menjadi soal.
”Kira-kira delapan hari sesudah menyampaikan perkataan itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa” (Luk 9:28). Marilah kita memperhatikan kembali tujuan utama Yesus mengajak Petrus, Yohanes, dan Yakobus! Yesus tidak mengajak mereka untuk hiking atau piknik, tetapi untuk berdoa. Mereka diajak untuk berdoa. Dan Read more…
Yesus menghendaki para murid-Nya terus belajar. Apalagi berkait dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Ini menjadi penting.
Kiamat, tak perlu membuat orang Kristen gentar. Sebab, itu hanyalah awal dari masa depan yang penuh harapan.
Jika ada orang yang mengajak orang untuk menyembah dan memuliakan dirinya sendiri, ia pastilah mesias palsu.
Sabda-Mu Abadi | 26 Februari 2025 | Mrk. 13:14-20 ”Apabila kamu melihat ‘Kejijikan yang Membinasakan’ berdiri di tempat yang tidak sepatutnya—pembaca hendaklah memahaminya—maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Orang yang sedang berada di atas rumah janganlah turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang Read more…
Akhir zaman sejatinya merupakan permulaan zaman baru. Akhir zaman seharusnya disambut dengan penuh sukacita.
Sabda-Mu Abadi | 24 Februari 2025 | Mrk. 13:1-4 ”Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, ’Guru, lihatlah betapa besarnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!’ Lalu Yesus berkata kepadanya, ’Kaulihat gedung-gedung yang besar ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan di atas batu yang lain; Read more…
Ibadah memang bukan untuk mencari pujian. Yang terpenting, ia memercayai bahwa Allah akan terus memeliharanya.
”Tetapi, kepada kamu yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuh-musuhmu, berbuatlah baik kepada mereka yang membenci kamu, berkatilah mereka yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang berbuat jahat terhadap kamu” (Luk. 6:27-28). Perintah kepada para murid—yang terdengar absurd ini—dimulai dengan ucapan ”tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku”. Kata ”tetapi” merujuk Read more…