Berita yang Kudus dan Tak Terbinasakan
Patung Yesus yang disalib. Menariknya, patung itu tiada salibnya, dan tangan Yesus buntung. Di bawah patung tertera tulisan: ”Engkaulah tangan-tangan Ku!”
Patung Yesus yang disalib. Menariknya, patung itu tiada salibnya, dan tangan Yesus buntung. Di bawah patung tertera tulisan: ”Engkaulah tangan-tangan Ku!”
”Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamu pun wajib saling membasuh kakimu. Sebab, Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama Read more
Yesus yang bangkit adalah Pribadi yang menerima Petrus kembali. Yesus tak sekadar bangkit, Dia juga membangkitkan orang yang pernah menyangkal-Nya.
Berita tentang kubur kosong memang harus dikumandangkan. Selain karena hakikat kabar, kebangkitan Yesus merupakan kabar baik.
Hari ini, 19 April 2025, diperingati Gereja sebagai Sabtu Sunyi. Ada juga yang menyebutnya Holy Saturday. Lalu, apa yang hendak kita peringati dan rayakan? Jawab singkatnya: merayakan kematian Kristus. Sejatinya kematian merupakan peristiwa menyesakkan. Meski kita masih dapat melihat jasadnya, ada jarak yang tak terlampaui. Tak ada komunikasi antara kita Read more
Meski tidak tahu siapa yang akan menolong, toh mereka terus berjalan. Mereka tidak mengurungkan niat mereka hendak memuliakan Yesus.
Tuhan memerlukannya! Yesus Orang Nazaret—Allah yang menjadi Manusia itu—tak sungkan mengakui bahwa Ia butuh pertolongan keledai muda itu. Yesus tidak menyembunyikannya. Ia berkata dengan gamblang, ”Jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.” Keledai Yesus sungguh membutuhkan peran keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang. Itu Read more
Tujuan mereka satu: meminyaki tubuh Yesus, itulah modal mereka: visi bersama yakni cinta mereka kepada Yesus.
Kubur yang belum pernah dipakai orang—diberikan kepada Yesus Orang Nazaret. Inilah pemberian terbaik!
Para perempuan itu, meski tidak termasuk golongan kedua belas murid, malah setia menemani Yesus hingga kematiannya.