Mereka Ingin Bukti
Ingin bukti sesungguhnya manifestasi ketidakpercayaan. Dan Yesus sendiri merasa tidak perlu membuktikan apa-apa.
Ingin bukti sesungguhnya manifestasi ketidakpercayaan. Dan Yesus sendiri merasa tidak perlu membuktikan apa-apa.
Kenyataan bahwa Yesus bukan anak orang terpandang membuat mereka malah menolak Yesus. Ya, kekaguman itu berubah menjadi iri. Dan mereka kemudian menolak Sang Guru.
Yairus juga belajar untuk mengubah perhatian dari diri sendiri kepada orang lain. Ia belajar meski keadaannya susah.
Perempuan itu percaya ia akan sembuh kalau menjamah jubah Yesus. Dan ia memang sembuh.
Yairus tak mau berhenti pada realitas. Ia kelihatannya tahu Allahlah yang menciptakan realitas itu.
Allah melakukan tindakan konkrit terhadap dirinya. Pengalaman hidup itu merupakan kisah yang akan membuat orang lain mengenal dan merasakan kasih Allah itu.
Bersama Yesus, tetapi tidak merasakan penyertaan-Nya. Kala kita berkata Tuhan menyertai kita, apakah kita sungguh-sungguh percaya akan penyertaan-Nya?
Sang Guru berorientasi pada naradidik. Fokusnya bukanlah sekadar pengetahuan, tetapi apakah mereka memahami apa yang diajarkan-Nya.
Orang percaya abad ke-21, diingatkan untuk tidak mengambil kredit apa pun berkait dengan pertumbuhan gereja.
Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil darinya.