Terombang-ambing
Herodes memang terombang-ambing antara membunuh Yohanes Pembaptis demi menyenangkan istri dan menghormati Yohanes Pembaptis karena pribadi benar dan suci.
Herodes memang terombang-ambing antara membunuh Yohanes Pembaptis demi menyenangkan istri dan menghormati Yohanes Pembaptis karena pribadi benar dan suci.
Yesus dan Yohanes Pembaptis adalah satu gerakan, sama-sama bicara soal pertobatan. Mereka berdua mengajar dan mendorong orang untuk hidup dalam Kerajaan Allah.
”Akan ada tanda-tanda pada matahari, bulan, dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan kuasa dan kemuliaan yang besar” (Luk. 21:25, 27). Itulah catatan Lukas mengenai kedatangan Yesus yang kedua. Kebanyakan Read more
Yesus memanggil para murid tidak hanya untuk menikmati persekutuan dengan-Nya, tetapi untuk diutus. Mereka dipanggil untuk diutus.
Ingin bukti sesungguhnya manifestasi ketidakpercayaan. Dan Yesus sendiri merasa tidak perlu membuktikan apa-apa.
Kenyataan bahwa Yesus bukan anak orang terpandang membuat mereka malah menolak Yesus. Ya, kekaguman itu berubah menjadi iri. Dan mereka kemudian menolak Sang Guru.
Yairus juga belajar untuk mengubah perhatian dari diri sendiri kepada orang lain. Ia belajar meski keadaannya susah.
Perempuan itu percaya ia akan sembuh kalau menjamah jubah Yesus. Dan ia memang sembuh.
Yairus tak mau berhenti pada realitas. Ia kelihatannya tahu Allahlah yang menciptakan realitas itu.
”Apakah Engkau raja orang Yahudi?” (Yoh. 18:33). Kalimat itu keluar dari mulut Pontius Pilatus. Tampaknya Sang Gubernur ingin mendapatkan keterangan dari sumber pertama. Ia ingin mendapatkan jawaban dari Yesus Orang Nazaret. Kalimat itu bukanlah kalimat interogasi biasa. Sebagai pemimpin sidang, Pontius Pilatus tidak bersikap netral. Sang Gubernur berpentingan kala bertanya. Read more