Matang
Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
”Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang…” (Mrk. 13:35). Demikian kesimpulan Yesus yang disampaikan kepada para murid-Nya. Kesimpulan-Nya itu—menembus batas waktu dan ruang—berkumandang hingga kini.
Yakobus mengajak mereka untuk menganggap persoalan-persoalan yang mereka alami sebagai kebahagiaan.
Yakobus menyatakan diri sebagai hamba Yesus Kristus. Dan suratnya ditujukan kepada orang Yahudi Kristen yang tinggal di luar Israel
Teologi kelemahan bukan teologi untuk orang-orang yang berkepribadian lemah, melainkan teologi untuk orang-orang yang yakin akan kuasa kasih yang dapat membebaskan mereka dari ketakutan dan membuat mampu mewartakan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kelemahan yang dimaksud ialah sikap mengantungkan diri tanpa syarat kepada Allah. Sikap ini membuat kita mampu menjadi alat-alat yang menyalurkan kuasa ilahi yang menyembuhkan luka-luka kemanusiaan dan memperbarui muka bumi.
Eleazar bertindak sebagai imam umat Israel dan mendampingi Yosua dalam memimpin Israel. Yosua dan Eleazar bisa dikatakan pemimpin dwitunggal Israel.
Yusuf anak Yakub mampu menyelamatkan keberadaan suatu bangsa karena bencana kelaparan yang melanda dunia.
Yosua meninggal. Ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki disiplin tentara yang ketat.
”Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama Dia, Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari yang lain, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya” (Mat. 25:31-33).