Yang Berdukacita
Kita perlu belajar hidup prihatin, peka terhadap kesedihan orang lain. Dan ketika peka terhadap kesusahan orang lain, kita pun akan merasa bahagia.
Kita perlu belajar hidup prihatin, peka terhadap kesedihan orang lain. Dan ketika peka terhadap kesusahan orang lain, kita pun akan merasa bahagia.
Kami berharap buku ini dapat menjadi rekan dialog saudara-saudara kita—warga binaan—dalam menjalani hari-hari mereka di Lapas Pondok Bambu.
Miskin di hadapan Allah ketika tidak lagi menggantungkan diri pada harta benda untuk meraih kebahagiaan sejati. Mereka mencari kebahagiaannya hanya kepada Tuhan saja.
Yesus Orang Nazaret adalah Rabi yang Berkeliling. Fokus-Nya dua: memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menyembuhkan.
Meninggalkan orang tua tidak berarti melupakannya, tetapi memperlihatkan prioritas baru. Prioritas utama mereka adalah mengikut Yesus.
Menjala manusia berarti merangkul orang untuk percaya kepada Allah—bersekutu kembali dengan Allah.
Pekerjaan Tuhan tak boleh berhenti. Sewaktu Yohanes ditangkap, Yesuslah yang melanjutkan pemberitaannya.
Segala sesuatu di luar Allah adalah ciptaan Allah. Dan sebagai ciptaan Allah, semua makhluk harus berbakti kepada Allah saja.
”Namun, orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia karena Keputusan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.” (Luk. 9:53). Demikianlah catatan Lukas perihal perjalanan Yesus ke Yerusalem. Di balik kisah penolakan itu, terkandung fakta bahwa orang-orang Samaria itu berkesempatan menerima Yesus. Guru dari Read more