Kemah Pertemuan
Allah berbicara dengan Musa seperti seseorang berbicara dengan sahabatnya. Allah sejatinya selalu ingin berkomunikasi dengan manusia.
Allah berbicara dengan Musa seperti seseorang berbicara dengan sahabatnya. Allah sejatinya selalu ingin berkomunikasi dengan manusia.
Penyertaan Allah sungguh mutlak dalam kehidupan umat Israel. Mereka sadar, selama ini Allahlah yang telah bertindak bagi mereka.
Musa memohon Allah mengampuni orang-orang yang dipimpinnya. Bahkan, ia sudi namanya dihapuskan dari buku orang-orang hidup.
Nilai-nilai kebaikan yang ditaburkan oleh kehadiran Paus Fransiskus lebih berkumandang daripada suara-suara yang sumbang dari pihak lain.
Tiga ribu orang terbunuh karena Harun, sang pemimpin, tidak menunaikan tugasnya dengan baik. Ia tidak mampu menjaga moral umat Israel.
Sabda-Mu Abadi | 16 September 2024 | Kel. 32:21-24 ”Tanya Musa kepada Harun, ”Apakah yang telah dilakukan bangsa ini kepadamu, sampai-sampai engkau menimbulkan dosa sebesar itu kepada mereka?” Jawab Harun, ”Janganlah bangkit amarahmu, Tuanku! Tuan sendiri mengetahui bangsa ini cenderung Read more…
Musa menghukum umat Israel. Dengan cara memperlihatkan bahwa patung anak lembu emas itu tak punya kuasa apa pun. Sehingga, menyembahnya sungguh kebodohan belaka.
Musa mencoba melunakkan hati Allah bukan dengan seruan, tetapi dengan pertanyaan. Seruan terkesan memaksa. Pertanyaan membuat pihak yang ditanya berpikir ulang, tanpa paksaan.
”Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mrk. 8:33). Kata-kata Sang Guru memang keras. Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya betapa pentingnya pikiran Allah. Betapa pentingnya juga memikirkan apa yang dipikirkan Allah. Mengapa? Read more…
Firman pertama melarang umat Allah untuk mendua hati. Firman kedua melarang umat Allah untuk mempunyai gambaran tentang Allah.