Pagi-pagi Benar
Yesus Orang Nazaret merasa perlu bangun lebih awal, waktu hari masih gelap, ketika banyak orang masih terlelap untuk bercakap-cakap dengan Bapa.
Yesus Orang Nazaret merasa perlu bangun lebih awal, waktu hari masih gelap, ketika banyak orang masih terlelap untuk bercakap-cakap dengan Bapa.
Yesus tak terlalu suka keberadaan-Nya sebagai Anak Allah diketahui banyak orang. Ia tetap ingin membiarkan semuanya itu tersembunyi karena memang belum waktu-Nya bagi Dia untuk menyatakan diri sebagai Anak Allah secara terus terang.
ibu mertua Petrus tidak tenggelam dalam eforia karena kesembuhan itu. Yang ia lakukan adalah melayani Yesus dan para murid-Nya. Kelihatannya ia menyiapkan jamuan bagi mereka. Agaknya itulah bentuk rasa syukurnya kepada Yesus.
Di hadapan Allah, Ayub berkata, ”Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayb. 42:2). Dan itu dilakukannya sebelum memulihkan keberadaannya. Sepertinya penulis Kitab Ayub hendak menyatakan bahwa pengakuan iman Ayub itu tidak berasal Read more
Kalau kita menyebut diri murid Yesus, mendengarkan-Nya bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Aneh rasanya menyebut diri murid Yesus, namun enggan mendengarkan-Nya!
Guru memang perlu menguasai bahan ajar. Namun, wibawa tak melulu soal nalar. Wibawa tak cuma soal otak, tetapi juga sikap dan tingkah laku.
“Mengapa Pdt. Marison memilih Mazmur 119 untuk ditulis dan diterbitkan?” tanya Pak Beni, salah seorang peserta yang hadir dalam acara peluncuran. Menurut Pdt. Marison Mazmur 119 luar biasa.
Orang yang mengikut Yesus memang harus meninggalkan segala sesuatunya: mata pencarian, keluarga, juga harta. Mereka menjadi senasib dengan Yesus.
Suara kenabian tetap berkumandang. Tidak berhenti seturut penahanan Yohanes Pembaptis. Si Tukang Kritik boleh ditahan, tetapi suaranya tetap membahana. Tindakan kenabian tetap berjalan.
”Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” Berbagai peristiwa yang pernah kita alami, sering kali dipakai oleh Tuhan untuk menguatkan sesama, maka bersiap sedialah.
Yesus, Anak Allah, adalah Pribadi yang taat. Ia tidak menggugu kehendak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan diri untuk dipimpin Roh Allah.
Frasa ”anak Allah” bukan tanpa makna. Jika kita berani menyatakan diri sebagai anak-anak Allah berarti kita harus bersikap dan bertindak sebagaimana Yohanes Pembaptis, juga Yesus Orang Nazaret, yang mengutamakan kehendak Allah dalam diri kita.