Kesaksian Paulus
Allah justru menangkap Paulus. Bisa jadi Allah membutuhkan seorang yang begitu bersemangat dan siap mati untuk apa yang dipercayainya.
Allah justru menangkap Paulus. Bisa jadi Allah membutuhkan seorang yang begitu bersemangat dan siap mati untuk apa yang dipercayainya.
Paulus mengingatkan kita, untuk tidak berhenti berbuat baik kepada orang yang mungkin membenci kita. Sebab, semuanya itu dilakukan karena mereka memang tidak tahu apa yang mereka perbuat.
Hukum apa pun memang mengatur agar orang tidak berbuat jahat. Dan berhenti sampai di situ saja. Orang tidak berbuat jahat karena takut dihukum. orang malah menyiasati aturan agar lolos dari hukuman meski melanggar hukum.
Paulus rindu seluruh warga jemaat mampu mengasihi sesamanya. Itu hanya mungkin terjadi jika hati mereka sendiri murni dan suci. Berkait hati, kita tahu bahwa manusia cenderung berbuat jahat. Karena itu, menjadi penting bagi setiap orang percaya untuk mau dimurnikan dan disucikan oleh Allah sendiri.
Ajaran lain bisa berpotensi menimbulkan perpecahan dalam jemaat.
Sebagai guru, Paulus merasa perlu mewanti-wanti Timotius untuk memperingatkan orang-orang tertentu.
Timotius disebut sebagai anakku yang sah dalam iman. ”Anakku yang sejati di dalam Tuhan!” Dengan demikian Paulus menganggap Timotius sebagai ahli waris imannya.
Ketika manusia lupa atau melupakan posisinya itu yang terjadi hanyalah malapetaka. Itulah kisah manusia-manusia pertama. Saat mereka tergoda untuk menjadi sama dengan Allah,.
Ada harapan, sekaligus juga iman, bahwa Tuhan Yesus akan memberkati umat-Nya. Berkat Tuhan merupakan manifestasi Tuhan sendiri. Itu sesuai dengan janji-Nya sebelum naik ke surga
Tuhan melibatkan dan menggerakkan banyak orang dengan beragam talenta untuk turut mendukung pelayanan Paulus. Dan hingga hari ini, Tuhan masih melibatkan manusia dalam mengerjakan karya-Nya.
Kebijaksanaan dibutuhkan untuk memilih tindakan yang sama-sama baik. Dan salah satu tindakan bijaksana adalah tidak memaksakan pendapat kita kepada orang lain.
Betapa pentingnya menceritakan kisah iman kepada generasi berikut. Pola pengasuhan yang baik tak hanya bertumpu pada kecukupan jasmani, namun juga rohani; tak hanya kecerdasan, tetapi juga iman.
Herodion menjadi pemimpin umat Kristen memperlihatkan juga kepada kita bahwa kerabat Herodes pun bisa juga menerima Injil Kristus.