Hidup Kekal
Dia masih bergumul dan bertanya-tanya: Apakah semua yang dilakukannya itu akan membuat dia memperoleh hidup kekal?
Dia masih bergumul dan bertanya-tanya: Apakah semua yang dilakukannya itu akan membuat dia memperoleh hidup kekal?
Anak-anak lebih mampu bersikap setara terhadap kawannya. Itulah inti Kerajaan Allah: Allah itu raja, yang lainnya hamba!
Jangan halang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Allah.
Setiap orang yang dikarunia Roh Tuhan, janganlah hanya diam berpangku tangan. Yesus tidak bertopang dagu. Guru dari Nazaret itu melakukan banyak hal! Tak hanya dengan omongan, juga dalam tindakan.
”Karena kekerasan hatimulah Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.” Di mata Yesus akar perceraian adalah kekerasan hati.
Kita dipanggil untuk hidup seperti garam. Dan lebih spesifik Yesus menekankan bahwa kita dipanggil untuk hidup rukun satu sama lain.
Tangan kita bisa membuat kita berdosa. Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam menggunakannya.
Hati-hati dalam mengajar. Jangan gegabah sehingga orang yang terbatas pengetahuan imannya, malah tak lagi percaya kepada Allah.
Setiap Kristen—sebagai anggota keluarga Allah—dipanggil untuk memenuhi kebutuhan primer setiap utusan Kristus.