Masakan yang Merah-merah
Anak-anak perlu belajar memahami dan bangga atas status yang mereka sandang. Kebanggaan akan membuat mereka rela menjaga dan
memelihara status itu dengan sebaik-baiknya
Anak-anak perlu belajar memahami dan bangga atas status yang mereka sandang. Kebanggaan akan membuat mereka rela menjaga dan
memelihara status itu dengan sebaik-baiknya
“Pola pengasuhan yang baik semestinya tidak membuat seorang anak merasa diri sebagai anak emas atau anak tiri.”
Menolong lebih dari yang diharapkan merupakan
sifat keutamaan karena banyak orang cukup puas
dengan memberi yang secukupnya.
Abraham tidak hanya diminta Allah untuk melepaskan masa lalu, tetapi juga masa depan. Meski taruhannya adalah nyawa anaknya sendiri.
“Meski Sara pernah menertawakan Allah, Allah tetap menjalankan kehendak-Nya: membuat Sara tertawa bahagia.”
“Dalam doa bersama dengan anak-anak baiklah kita juga mendoakan orang lain, bisa juga teman-teman dari anak-anak kita. Hal itu akan menumbuhkan tak hanya simpati, tetapi empati bagi anak-anak kita.”
“Akal budi memang pemberian Allah. Namun, ketika akal budi membuat kita ragu akan Allah—bahkan tak lagi percaya kepada Allah—kita harus menolaknya.”
“Percaya bukanlah barang yang sudah jadi dari sananya. Kepercayaan dalam diri seseorang merupakan proses. Iman sangat berkait erat dengan pertumbuhan dan tidak sekali jadi. Dan setiap orang perlu belajar untuk percaya.”
“Paulus berkesimpulan bahwa Allah menerima Abraham sebagai orang yang menyenangkan hati-Nya. Mengapa? Karena ia memahami posisinya sebagai hamba. Dan hamba sejati selalu berusaha menyenangkan hati tuannya!”
“Ketika dua orang mencari nama bagi dirinya sendiri,
perpecahan pun tak terhindarkan ketika ada hambatan komunikasi. Sesungguhnya keluarga bisa menjadi tempat di mana setiap orang belajar untuk tidak mencari nama bagi diri sendiri. Satu-satunya pribadi yang boleh dimuliakan adalah Allah sendiri.”