Jangan Lalai
Paulus tegas agar Timotius tidak lalai dalam mempergunakan karunia yang ada pada dirinya, yakni karunia pengangkatan dia sebagai pemimpin jemaat
Paulus tegas agar Timotius tidak lalai dalam mempergunakan karunia yang ada pada dirinya, yakni karunia pengangkatan dia sebagai pemimpin jemaat
Kita seharusnya tidak cukup puas menjadi orang yang dilayani dan diperhatikan Allah. Kita harus menjadi pihak yang melayani dan memperhatikan sesama. Kita dipanggil untuk memperhatikan orang lain pula, khususnya mereka yang tidak mampu memperhatikan dirinya sendiri.
Sang guru meminta Timotius untuk memberikan waktu secara khusus membacakan Kitab Suci kepada warga jemaatnya dalam pertemuan-pertemuan jemaat
Kemudaan adalah fakta. Tak bisa diubah. Karena itu, tidak ada alasan untuk minder.
Memberitakan dilakukan sekali-sekali, mengajarkan dilakukan berulang-ulang kali hingga orang tersebut paham dan melanjutkannya dalam tindakan.
Kesalehan itu bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Perlu latihan. Sekali lagi, latihan menjadi saleh.
Sang guru mengatakan kepada Timotius bahwa ketika mengingatkan warga jemaat yang dilayani, ia telah menjadi pelayan Kristus yang baik.
Tak mudah bagi kita memahami rahasia ini. Namun, mengapa kita bisa-bisanya percaya? Atau mengapa kita mau-maunya percaya? Kalau bukan Roh Allah yang memampukan kita percaya, mungkinkah kita percaya? Ya, sejatinya inilah anugerah Allah itu. Itu rahasia Allah.
Tak dapat dipungkiri, kisah Abram ialah kisah iman. Kisah Abram ialah kisah seseorang yang memercayakan diri bukan kepada diri sendiri tetapi kepada Pribadi di luar dirinya. Dan memercayakan diri kepada Pribadi di luar kita sejatinya merupakan gerakan iman.