Pembelaan Musa (2)
Musa memohon Allah mengampuni orang-orang yang dipimpinnya. Bahkan, ia sudi namanya dihapuskan dari buku orang-orang hidup.
Musa memohon Allah mengampuni orang-orang yang dipimpinnya. Bahkan, ia sudi namanya dihapuskan dari buku orang-orang hidup.
Tiga ribu orang terbunuh karena Harun, sang pemimpin, tidak menunaikan tugasnya dengan baik. Ia tidak mampu menjaga moral umat Israel.
Sabda-Mu Abadi | 16 September 2024 | Kel. 32:21-24 ”Tanya Musa kepada Harun, ”Apakah yang telah dilakukan bangsa ini kepadamu, sampai-sampai engkau menimbulkan dosa sebesar itu kepada mereka?” Jawab Harun, ”Janganlah bangkit amarahmu, Tuanku! Tuan sendiri mengetahui bangsa ini cenderung jahat. Mereka berkata kepadaku: Mari, buatlah untuk kami Allah, yang Read more…
Musa menghukum umat Israel. Dengan cara memperlihatkan bahwa patung anak lembu emas itu tak punya kuasa apa pun. Sehingga, menyembahnya sungguh kebodohan belaka.
Musa mencoba melunakkan hati Allah bukan dengan seruan, tetapi dengan pertanyaan. Seruan terkesan memaksa. Pertanyaan membuat pihak yang ditanya berpikir ulang, tanpa paksaan.
”Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mrk. 8:33). Kata-kata Sang Guru memang keras. Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya betapa pentingnya pikiran Allah. Betapa pentingnya juga memikirkan apa yang dipikirkan Allah. Mengapa? Karena manusia adalah ciptaan Allah. Dan sebagai ciptaan Allah, manusia Read more…
Firman pertama melarang umat Allah untuk mendua hati. Firman kedua melarang umat Allah untuk mempunyai gambaran tentang Allah.
Sabda-Mu Abadi | 12 September 2024 | Kel. 32:1-6 ”Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami. Sebab Musa, orang yang telah memimpin kita keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang terjadi padanya” (Kel. 32:1) Itulah permohonan banyak orang kepada Harun. Mereka butuh pegangan. Selama Read more…
Allah menulis. Menulis dalam bahasa manusia agar manusia sungguh memahami kehendak-Nya.
Memelihara Sabat adalah kesempatan bagi umat Allah untuk mengingat bahwa mereka telah dikuduskan oleh Allah sendiri.