Ibu Mertua Simon
ibu mertua Petrus tidak tenggelam dalam eforia karena kesembuhan itu. Yang ia lakukan adalah melayani Yesus dan para murid-Nya. Kelihatannya ia menyiapkan jamuan bagi mereka. Agaknya itulah bentuk rasa syukurnya kepada Yesus.
ibu mertua Petrus tidak tenggelam dalam eforia karena kesembuhan itu. Yang ia lakukan adalah melayani Yesus dan para murid-Nya. Kelihatannya ia menyiapkan jamuan bagi mereka. Agaknya itulah bentuk rasa syukurnya kepada Yesus.
Di hadapan Allah, Ayub berkata, ”Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayb. 42:2). Dan itu dilakukannya sebelum memulihkan keberadaannya. Sepertinya penulis Kitab Ayub hendak menyatakan bahwa pengakuan iman Ayub itu tidak berasal dari keadaan serbaberes. Tidak. Pengakuan iman Ayub tidak berdasar pada Read more
Kalau kita menyebut diri murid Yesus, mendengarkan-Nya bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Aneh rasanya menyebut diri murid Yesus, namun enggan mendengarkan-Nya!
Guru memang perlu menguasai bahan ajar. Namun, wibawa tak melulu soal nalar. Wibawa tak cuma soal otak, tetapi juga sikap dan tingkah laku.
Orang yang mengikut Yesus memang harus meninggalkan segala sesuatunya: mata pencarian, keluarga, juga harta. Mereka menjadi senasib dengan Yesus.
Suara kenabian tetap berkumandang. Tidak berhenti seturut penahanan Yohanes Pembaptis. Si Tukang Kritik boleh ditahan, tetapi suaranya tetap membahana. Tindakan kenabian tetap berjalan.
Yesus, Anak Allah, adalah Pribadi yang taat. Ia tidak menggugu kehendak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan diri untuk dipimpin Roh Allah.
Frasa ”anak Allah” bukan tanpa makna. Jika kita berani menyatakan diri sebagai anak-anak Allah berarti kita harus bersikap dan bertindak sebagaimana Yohanes Pembaptis, juga Yesus Orang Nazaret, yang mengutamakan kehendak Allah dalam diri kita.
Yohanes Pembaptis hendak mengatakan bahwa yang dijalankannya ialah membaptis dengan air—menyadarkan manusia. Namun, Yesuslah yang berhak membaptis dengan Roh Kudus.
”Kamu tidak tahu apa yang kamu minta” (Mrk. 10:38). Demikianlah tanggapan Yesus terhadap permohonan Yohanes dan Yakobus. Keduanya ingin duduk dalam kemuliaan Yesus kelak: yang satu di sebelah kanan, yang lain di sebelah kiri. Lumrah sebenarnya. Bukankah cita-cita merupakan arah dalam hidup manusia? Tak punya cita-cita berarti tak punya tujuan Read more