Tabut Hukum
Tabut Hukum sebagai tanda yang kelihatan bagi Musa, juga umat Allah, saat berkomunikasi dengan Allah.
Tabut Hukum sebagai tanda yang kelihatan bagi Musa, juga umat Allah, saat berkomunikasi dengan Allah.
Allah ingin melibatkan manusia dalam pembuatan Kemah Suci. Tentu Allah bisa mengupayakan semuanya itu sendirian.
”Mulai saat itu banyak murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” (Yoh. 6:66). Kisah mukjizat lima roti dan dua ikan berakhir murung. Tak sedikit murid yang mundur. Mereka tak mau lagi menjadi pengikut Yesus. Mulanya mereka begitu bersemangat. Ke mana Yesus pergi, mereka ikut. Namun, sulit bagi mereka Read more
Sabda-Mu Abadi – 24 Agustus 2024 | Kel. 24:12-18 ”TUHAN berfirman kepada Musa: ’Naiklah menghadap Aku di atas gunung, dan tunggulah di sana. Aku akan memberikan kepadamu loh batu berisi hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.’ Lalu bersama Yosua, abdinya, Musa naik ke gunung Allah itu. Read more
Musa pun sudah mengantisipasi seandainya dia meninggal sewaktu-waktu. Boleh dikata Kitab Perjanjian itu merupakan salah satu warisan terpenting Musa.
Allah mewanti-wanti umat-Nya untuk tidak memberi kesempatan kepada warga bangsa lain untuk tinggal di Israel. Alasannya jelas agar Israel tidak terpengaruh dengan kebiasaan penyembahan mereka.
Allah bisa saja membawa seluruh bangsa Israel masuk ke Kanaan tak sampai satu tahun. Namun, itu tidak dilakukan-Nya. Allah akan membawa mereka berangsur-angsur.
Menyembah banyak ilah semestinya akan membingungkan si penyembah. Sebab, ketika fokus pada yang satu, ia melupakan yang lain. Aneh rasanya orang bisa menyembah banyak ilah.
setiap orang yang diutus Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada kita bisa kita pandang sebagai malaikat. Dan untuk itu, kita dipanggil untuk menaatinya.
Dan harus dilakukan dengan cara Allah sendiri. Jadi, bukan sekadar niat. Niat itu harus dilaksanakan dengan cara yang Allah inginkan.
”Akulah Roti Kehidupan.” Inilah pernyataan Yesus di hadapan orang banyak di Kapernaum. Ia mengibaratkan diri-Nya dengan roti—sesuatu yang sederhana dan murah. Dan murah tidak berarti murahan. Murah karena tak terbayangkan jika harga roti di Palestina masa itu—atau harga beras di Indonesia masa kini—malah tak terjangkau. Harganya mesti murah karena merupakan Read more
Ada tiga hari raya: Hari Raya Roti Tidak Beragi, Pesta Panen, dan Pesta Pengumpulan Hasil. Yang penting dicatat adalah Allah sendiri menyatakan bahwa perayaan ini adalah untuk Allah sendiri.