Epimenides
Paulus mengingatkan Titus, dan juga warga jemaat yang membaca suratnya, untuk waspada. Dan Paulus sepertinya telah mengalami sendiri.
Paulus mengingatkan Titus, dan juga warga jemaat yang membaca suratnya, untuk waspada. Dan Paulus sepertinya telah mengalami sendiri.
Paulus menyoroti perilaku warga jemaat yang tadinya beragama Yahudi. Mereka telah termakan ajaran Gnostik yang bercampur dengan ajaran nenek moyang Yahudi.
Jika penuh waktu sebagai penatua atau pengawas jemaat, tentu dia harus dihidupi oleh jabatannya itu, tetapi, sekali lagi, tak boleh serakah!
Anak-anak Penatua bukan hanya saja beriman, tetapi tingkah lakunya mesti baik dan menghormati orang tuanya. Jika tidak, mereka hanya akan menjadi batu sandungan dalam jemaat.
(catatan kecil ‘tuk negeriku di hari ulang tahunnya ke-49) Inikah kemerdekaan? Saat mulut tak bisa memilih besok makan apa. Mata-mata kosong, nanar, menatap… tak berani berharap. Mengkhayal? Terlalu mahal, tak ada rupiah ’tuk membelinya. Inikah zaman kebebasan? Ketika belenggu kian Read more…
Paulus juga memperlihatkan bahwa Allah Bapa dan Anak-Nya Yesus Kristus sama-sama disapa Juru Selamat kita. Kedua oknum Tritunggal, tentu bersama dengan Roh Kudus, sejatinya adalah Penyelamat kita.
”Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, ’Ibu, mengapa engkau menangis?’ Jawab Maria kepada mereka, ’Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan’” (Yoh. 20:13). Sementara murid-murid lain yang menyaksikan kubur Yesus kosong telah kembali ke rumah, Maria tetap Read more…
Hanya orang merdekalah yang mampu membebaskan orang lain. Bagaimana mungkin orang membebaskan orang lain, jika dia sendiri belum merasa merdeka.
Paulus dengan bangga menyatakan bahwa pesan itu telah dipercayakan kepada dirinya. Sungguh suatu kehormatan dipercaya untuk membuka dan memberitakan rahasia itu.
Semestinya, kalau bangsa ini benar-benar merdeka, warga negaranya pasti hidup makmur dan sejahtera. Itulah cita-cita para leluhur, penjuang kemerdekaan juga pendiri bangsa dan negara ini.