Utusan Allah
setiap orang yang diutus Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada kita bisa kita pandang sebagai malaikat. Dan untuk itu, kita dipanggil untuk menaatinya.
setiap orang yang diutus Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada kita bisa kita pandang sebagai malaikat. Dan untuk itu, kita dipanggil untuk menaatinya.
Dan harus dilakukan dengan cara Allah sendiri. Jadi, bukan sekadar niat. Niat itu harus dilaksanakan dengan cara yang Allah inginkan.
Ada tiga hari raya: Hari Raya Roti Tidak Beragi, Pesta Panen, dan Pesta Pengumpulan Hasil. Yang penting dicatat adalah Allah sendiri menyatakan bahwa perayaan ini adalah untuk Allah sendiri.
Sejak peristiwa pembebasan itu, Allah telah menjadi tuan atas Israel. Sehingga Ia menuntut penyembahan yang eksklusif.
Allah menetapkan sabat bagi manusia untuk berhenti bekerja. Panggilan bekerja selama enam hari semestinya diimbangi dengan berhenti pada hari ketujuh.
Selama enam tahun engkau boleh menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh engkau harus membiarkannya dan meninggalkannya, supaya orang miskin di antara bangsamu memperoleh makanan.
Alasan tidak memeras pendatang adalah karena umat Israel sungguh tahu bagaimana perasaan para pendatang itu. Sebab mereka sendiri pernah menjadi pendatang di Tanah Mesir.
Apabila engkau melihat keledai orang yang membencimu rebah tertindih bebannya, janganlah engkau enggan menolongnya.
Allah hendak mengingatkan umat-Nya bahwa mereka adalah milik Allah. Asal sudi berusaha Allah pasti akan memberikan mereka makan yang layak santap.
Umat Allah harus hidup seperti Allah. Jika Allah itu pengasih, umat-Nya juga dipanggil untuk mengasihi sesamanya. Kasih—itulah yang akan membedakan umat Allah dari bangsa-bangsa lain.
Dalam budaya patriarki, posisi janda dan anak yatim sungguh rentan. Bisa dikatakan mereka tak lagi memiliki pelindung. Oleh karena itu, Allah bersedia melindungi mereka.
Pengalaman pahit Israel sebagai budaklah yang membuat Allah mewanti-wanti Israel untuk tidak bertindak sebagaimana Mesir.