Teguran Yesus
Yesus menyebut Petrus Iblis karena melawan Allah serta rencana keselamatan-Nya.
Yesus menyebut Petrus Iblis karena melawan Allah serta rencana keselamatan-Nya.
Dalam hati ia mungkin bertanya-tanya: ”Bagaimana mungkin Yesus mati dibunuh? Mungkinkah orang membunuh Yesus?
Mesias harus mati. Hanya dengan cara itu Ia mampu membebaskan manusia dari kuasa dosa. Itulah jalan yang harus ditapaki Yesus Orang Nazaret.
Ternyata para murid salah tafsir. Petrus mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, namun itu dipahami dengan cara berbeda.
Dalam doa syafaat, baiklah kita juga melayangkaan pikiran dan perasaan kita kepada orang tersebut dan ikut merasakan apa yang dia rasakan.
Para murid sejatinya adalah saksi dari kedua peristiwa mukjizat itu. Semestinya dengan kedua peristiwa mukjizat itu tak ada alasan bagi mereka untuk merasa bahwa Yesus bicara soal kekurangan roti.
Yesus tidak mau memberi tanda. Bagi-Nya keberadaan diri sebagai Pribadi yang datang dari Allah tidak ditentukan oleh kemampuan membuat mukjizat.
Setelah itu, Yesus mengambilnya, mengucapkan syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada para murid. Dan mukjizat pun terjadi.