Yusuf di Rumah Potifar
Bagi Yusuf, hidup di dalam penjara, selama itu diberkati Allah, lebih baik ketimbang hidup di luar penjara
namun harus berlaku serong. Dan Yusuf berani mengambil risiko.
Bagi Yusuf, hidup di dalam penjara, selama itu diberkati Allah, lebih baik ketimbang hidup di luar penjara
namun harus berlaku serong. Dan Yusuf berani mengambil risiko.
Manusia dan budaya manusia memang terbatas sifatnya. Namun,
selalu penting dan bermakna bagi setiap orang untuk tetap takut akan Allah dan tidak mengandalkan dirinya sendiri.
Yusuf adalah pribadi yang taat. Ketika Yakub, ayahnya, menyuruh dia untuk melihat keadaan saudara-saudaranya, Yusuf melaksanakan perintah itu tanpa syarat. Meski mengetahui kebencian saudara-saudaranya terhadap dirinya, Yusuf tetap taat.
Orang tua perlu berhati-hati dalam bersikap, bertindak, juga berbicara! Salah sikap, tindak, dan bicara hanya
akan menyakiti anak-anaknya, bahkan bisa membuat anak-anak saling benci!
Kadang ucapan syukur menjadi sekadar euforia sesaat setelah mendapatkan pertolongan Allah. Namun, dengan berlalunya waktu, orang malah lupa akan berkat Allah yang telah diterima.
Manusia cenderung salah. Kuasa dosa senantiasa mengintip. Manusia dipanggil untuk menguasai dan bukan dikuasai dosa.
Banyak hal menarik dari doa Tuhan Yesus bagi para murid-Nya yang direkam dalam Yohanes 17:6-19.
Esau tidak menempatkan diri terus sebagai korban dari kejahatan adiknya. Namun, dia menjadikan dirinya sebagai pengampun. Memang hanya orang yang pernah disakiti yang bisa mengampuni.
Di mata Allah, Yakub seorang pejuang. Dia tak lelah memperjuangkan berkat. Dia
tidak mau melepaskan Allah sebelum memperoleh berkat. Yakub sadar tak ada yang dapat dijadikan andalan kecuali Allah semata. Dirinya pun tidak.