Murid-murid yang Pertama
Orang yang mengikut Yesus memang harus meninggalkan segala sesuatunya: mata pencarian, keluarga, juga harta. Mereka menjadi senasib dengan Yesus.
Orang yang mengikut Yesus memang harus meninggalkan segala sesuatunya: mata pencarian, keluarga, juga harta. Mereka menjadi senasib dengan Yesus.
Suara kenabian tetap berkumandang. Tidak berhenti seturut penahanan Yohanes Pembaptis. Si Tukang Kritik boleh ditahan, tetapi suaranya tetap membahana. Tindakan kenabian tetap berjalan.
Yesus, Anak Allah, adalah Pribadi yang taat. Ia tidak menggugu kehendak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan diri untuk dipimpin Roh Allah.
Frasa ”anak Allah” bukan tanpa makna. Jika kita berani menyatakan diri sebagai anak-anak Allah berarti kita harus bersikap dan bertindak sebagaimana Yohanes Pembaptis, juga Yesus Orang Nazaret, yang mengutamakan kehendak Allah dalam diri kita.
Yohanes Pembaptis hendak mengatakan bahwa yang dijalankannya ialah membaptis dengan air—menyadarkan manusia. Namun, Yesuslah yang berhak membaptis dengan Roh Kudus.
”Kamu tidak tahu apa yang kamu minta” (Mrk. 10:38). Demikianlah tanggapan Yesus terhadap permohonan Yohanes dan Yakobus. Keduanya ingin duduk dalam kemuliaan Yesus kelak: yang satu di sebelah kanan, yang lain di sebelah kiri. Lumrah sebenarnya. Bukankah cita-cita merupakan arah dalam hidup manusia? Tak punya cita-cita berarti tak punya tujuan Read more…
Kehadiran awan TUHAN yang menyelubungi Kemah Pertemuan menegaskan bahwa Allah berkenan atas semua pekerjaan Bezale’el dan Aholiab.
Tahun baru bisa dipahami pula sebagai momen pembaruan, tak hanya jasmani tetapi juga rohani.
Orang Israel telah melakukan semua pekerjaan itu seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Musa memeriksa segalanya dan melihat bahwa mereka telah membuatnya tepat seperti yang diperintahkan TUHAN.
Pembuatan pakaian jabatan imam yang rumit memperlihatkan betapa Allah sungguh serius dengan pelaksanaan ibadah di tengah umat-Nya.